Sejarah Singkat

Pembentukan Magister Studi Islam, Universitas Islam Indonesia adalah salah satu upaya untuk menghadapi tantangan ilmu pengetahuan, teknologi dan pengembangan informasi yang berubah dengan cepat. Melalui mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan integritas sains dan agama. Sejak didirikan pertama kali pada tahun 1997, mengenai visi, misi dan tujuan program, dua program studi (bidang konsentrasi) diusulkan yaitu ekonomi Islam dan pendidikan Islam. Kedua program studi, baru-baru ini, memiliki peran strategis dan signifikan dalam pembangunan (khususnya pengembangan masyarakat Islam) bangsa dan negara ini.

Pada tahun 1997, Indonesia memiliki 349 fakultas dan institut yang lebih tinggi dengan 21 status terdaftar fakultas, yang memiliki lebih dari 700.000 mahasiswa dengan 6.125 dosen. Sebagian besar dosen perguruan tinggi swasta Islam pada waktu itu adalah sarjana (S1 = 5.895 dosen) atau 96,3%, dan sisanya (3,7%) adalah pascasarjana (S2 dan S3 = 230 dosen). Di sisi lain, kesadaran dan minat masyarakat, seperti guru dan profesional untuk melanjutkan studi meningkat. Faktanya adalah bahwa banyak kandidat mencoba mendaftar ke beberapa program pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (S2 dan S3) di Yogyakarta, Jakarta, Padang dan Aceh. Namun, kapasitas lembaga-lembaga tersebut tidak memadai untuk menerima semua kandidat. Di universitas, minat dan tren sarjana, terutama dari fakultas Studi Islam untuk melanjutkan studi mereka juga meningkat secara signifikan. Mereka menyadari bahwa persaingan untuk memenangkan pasar kerja terbatas sangat ketat. Tren lain juga bahwa institusi pendidikan tinggi dalam penerimaan dosennya memerlukan gelar pascasarjana. Alasan-alasan itu, tentu saja, memberikan kesempatan untuk mendirikan program pascasarjana Magister Studi Islam.

Mengenai meningkatnya jumlah kandidat yang tertarik untuk melanjutkan ke S2, Magister Studi Islam UII optimis dan tertantang untuk meningkatkan kualitasnya terus menerus. Bahkan, manajemen MSI secara berkala merevisi dan mengembangkan kurikulum agar para lulusan dapat menghadapi tantangan baru dalam hal perubahan dan pengembangan pendidikan dan ekonomi. Sejalan dengan tuntutan masyarakat, visi, dan misi program, kemudian pada tahun 2005/2006, dua program studi – Penelitian Islam dan Hukum Bisnis Syariah- didirikan. Konsentrasi Penelitian Islam adalah untuk lulus para ilmuwan Islam yang mampu berkontribusi keahlian mereka terhadap pengembangan, terutama, masyarakat Islam dan agama Islam. Sedangkan konsentrasi Hukum Bisnis Syariah adalah untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat pada awal tahun 2006, yaitu, penerbitan UU No 3 tahun 2006 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1989 tentang Pengadilan Agama, yang memberikan otoritas terhadap pengadilan untuk menyelesaikan perselisihan ekonomi Syariah.

Untuk meningkatkan partisipasi program dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan jumlah peserta, MSI UII menyediakan sistem beasiswa dan kemitraan untuk meningkatkan siswa. Sistem ini akan mengakomodasi sumber daya manusia terpilih, baik yang dipekerjakan maupun yang tidak bekerja, yang tertarik untuk menghadiri program ini tanpa biaya kuliah dan biaya.

Pada pertengahan tahun akademik 2006/2007, alumni MSI UII telah 430 orang dari konsentrasi yang ada. Masyarakat telah mengakui alumni MSI UII. Bahkan, mereka yang menganggur segera mendapatkan pekerjaan di berbagai institusi; bahkan di tengah studi mereka, mereka telah diterima untuk bekerja. Alumni yang sudah bekerja juga mendapat promosi.

Badan Akreditasi Nasional (BAN) Menteri Pendidikan Nasional, Republik Indonesia telah memberikan penghargaan kepada program studi MSI UII dengan AKREDITASI A masing-masing pada tahun 2000 dan 2005. Selain itu, Jurnal Studi Islam “Millah” yang diterbitkan sejak tahun 2000 juga memperoleh Akreditasi A pada tahun 2003 .