MIAI dan DHI Adakan Seminar Bekerjasama Dengan Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta

Pada hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019 bertempat di Hotel Puri Artha Yogyakarta, Prodi Ahwal Syakhsiyah, Prodi Magister Ilmu Agama Islam, Prodi Doktor Hukum Islam Fakultas Ilmu Agama Islam UII bekerjasama dengan dengan Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, mengadakan Acara Seminar Nasional. Dalam acara tersebut, salah satu Pembicara, Prof Dr H M Amin Suma SH, MA, MM mengukuhkan HISSI DIY, Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai Ketua Umum HISSI beliau meresmikan Kepengurusan HISSI DIY untuk periode 2018-2022. Sebagai Ketua HISSI DIY diamanahkan kepada Prof Dr H Amir Mu’allim MIS, Sebagai Sekretaris Umum adalah Dr Yusdani M.Ag dan sebagai Bendahara adalah Nur Kholis SAg, SEI, MSH, EI.

Prof Amin Suma mengatakan, HISSI DIY ini diharapkan mampu mengemban tugas untuk melaksanakan visi dan misi HISSI yang sudah ditetapkan didalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam pelaksanaannya kebijaksanaan mutlak diperlukan dalam menyesesuaikan dengan kearifan lokal pada setiap wilayah kepengurusan HISSI.

Prof Amin Suma mengatakan selepas pelantikan, Civitas Akademika, seharusnya mampu mensinergikan  antara nilai syariah dan budaya bangsa yang berbeda sisi ini. Individu yang taat beragama namun juga harus menghormati dan melaksanakan konstitusi negara Pancasila memiliki arti yang dalam bahwa satu sisi kita adalah masyarakat beragama, di sisi lain kita adalah warga negara. Kita harus mampu dengan penuh kebijaksanaa mensinergikan kedua sisi ini yaitu antara agama dan negara.

Lebih lanjut Prof Amin Suma mengatakan membentuk masyarakat syariah bukan merupakan tujuan dari HISSI. Kesan syariah saat ini kurang bagus, HISSI harus mampu memberikan kontribusi pemikiran yang solutif dan berakademisi yang diharapkan mampu mendongkrak nilai nilai positif dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Penerapan Syariah mampu di semua hal kehidupan. Tidak ada batas untuk Syariah, di pertanian, diperbankan, maupun dalam keluarga sekalipun, semua hal dapat dijangkau oleh syariah sesuai dengan kehidupan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Prof Amin Suma menegaskan kemunculan HISSI mempunyai tujuan utama yaitu untuk memberikan sebuah keyakinan sedikit demi sedikit namun istiqamah kepada masyarakat luas dari berbagai kalangan/pihak bahwasannya syariah bukan sebuah hal yang harus ditakuti apalagi dijauhi, justru Syariah adalah solusi yang sangat manusiawi, komunikatif, kontekstual, adaptif dan sangat bertanggungjawab.

Setelah acara pengukuhan dan penetapan kepengurusan HISSI DIY kemudian dilanjutkan dengan acara seminar bertema ‘Legislasi Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia Perspektif Politik Hukum dan Budaya Hukum’. Seminar menampilkan pembicara Prof Amin Suma, Dr Dadan Muttaqien (dosen UII), Dr HA Mukti Arso (Hakim Agung RI), Dr Hatifudin (dosen UII dan praktisi BNI Syariah), dan Prof Amir Mu’allim (Guru Besar FIAI UII). Seminar ini dihadiri dari berbagai kalangan masyarakat, lembaga pemerintahan, perguruan tinggi negeri dan swasta.