PENGEMBANGAN KAPASITAS UNIVERSITAS ISLAM UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA

0
4

Sebagai upaya yang sangat strategis guna pengembangan kapasitas universitas Islam dari aspek kelembagaan, keilmuan, tata kelola dan kerja samanya, maka PPs FIAI UII melaksanakan Workshop dengan tema “Pengembangan Kapasitas Universitas Islam untuk Daya Saing Bangsa”, yang telah diselenggarakan selama tiga hari,  Kamis-Sabtu, 5-7 Oktober 2017 di Pesonna Hotel Jalan Gadean Malioboro Yogyakarta.

Jumlah perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia cukup banyak. Di antara sejumlah itu, berbentuk universitas.  Universitas Islam negeri  terdiri dari UIN-UIN yang kini telah berjumlah 17 UIN.  Sementara universitas Islam swasta  terdiri dari  universitas Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat.  Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Makassar, Universitas Islam Riau, Universitas Islam Bandung, Universitas  Sultan Agung Semarang, Universitas-universitas Muhammadiyah, Universitas-universitas  Nahdhatul Ulama  dan lain-lain.

Workshop Pengembangan kapasitas universitas Islam digelar dalam upaya memetakan masalah-masalah  dan solusi bagi pengembangan kapasitas universitas Islam dari aspek kelembagaan dan keilmuan, pesantrenisasi, sarana pendukung dan sumber daya manusia

Di antara catatan hasil workshop adalah, perlunya  cetak biru Pengembangan kapasitas Universitas Islam baik negeri maupun swasta yang memuat tahap-tahap Pengembangan kapasitas universitas meliputi kelembagaan, pesantrenisasi, keilmuan dan pusat studi, sumber daya manusia, serta  sarana perpustakaan.  Hal ini terkait persaingan yang sangat ketat di antara perguruan tinggi, dan kemungkinan hadinya  perguruan tinggi asing, sebagai konsekuensi terbuka kran investasi dalam berbagai lini.

Kebijakan pesantrenisasi di setiap  universitas Islam dan atau perguruan tinggi keagamaan Islam ( PTKI),  merupakan  kebijakan yang tepat untuk segera diimplementasikan  oleh kementerian Agama cq. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Pesantrenisasi  akan menjadi  pembeda (distingsi) yang nyata dari universitas atau perguruan tinggi lainnya.

Kebijakan  pendirian  pusat-pusat studi sebagai sarana pengembangan keilmuan sesuai dengan prodi-prodi  yang dimiliki oleh univeritas Islam dan atau  PTKI. Posisi  pusat-pusat studi memiliki  posisi strategis terutama dalam kajian-kajian yang bersifat strategis dan implementatif, yang out put nya dapat disampaikan kepada  kementerian terkait.

Kebijakan  pengembangan  laboratorium-laboratorium baik laboratorium sainstek maupun laboratorium agama  dan sosial humaniora menjadi program yang tepat untuk dikembangkan guna memperkokoh peran universitas Islam dalam kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan

Permasalahannya adalah bagaimana memperkuat  posisi (struktural dan manajemen laboratorium) dan peranannya dalam pengembangan keilmuan yang secara langsung  mendukung kepada keilmuan  program studi.  Laboratorium Terpadu  pada tingkat universitas atau institut  berposisi pada keilmuan dasar yang harus dimiliki oleh semua program studi. Sementara laboratorium program studi secara khusus  diarahkan untuk memperkuat keilmuan spesifik yang dikembangkan oleh program studi.

Pengembangan perpustakaan  universitas  merupakan  masalah yang mengemuka. Perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi. Perpustakaan  memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung tercapainya program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan merupakan sumber informasi, sumber belajar, dan sumber intelektual yang membantu sivitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Peran perpustakaan strategis dalam melakukan  desiminasi dan memberikan kemudahan akses sumber-sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika. Pengembangan teknologi informasi perpustakaan, penguatan kualitas dan kuantitas koleksi tercetak dan digital, dan peningkatan standar mutu pelayanan masyarakat pengguna menjadi pilar utama pengembangan universias Islam dan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Implementasi mutu pendidikan tinggi dari perspektif  Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Harus dipenuhi strategi pemenuhan  kelayakan  keseluruhan standar nasional pendidikan tinggi. Standar dimaksud meliputi; kemampuan  merealisasikan visi dan misi universias Islam,  pengelola dan pengelolaan lembaga, kualitas mahasiswa dan lulusan, pengembangan sumber daya manusia. Kemudian, kelayakan kurikulum dan atmosfir pendidikan, standar pengelolaan dana, sarpras dan sistem informasi, serta kelayakan penelitian pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama.