Kuliah Perdana Mahasiswa Baru: Studium Generale PPs FIAI UII Tahun 2011

0
17

Studium Generale Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (PPs FIAI UII) Tahun 2011. StudiumGenerale ini bertujuan untuk: (1)Memberikan landasan akademik bagi perkuliahan yang akan dilaksanakan; dan (2)Menumbuhkan sense of crisis mahasiswa sebagai generasi ilmuwan masa depan untuk melawan korupsi.

TERM OF REFERENCEA.   Nama Kegiatan

Studium Generale Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (PPs FIAI UII).

B.   Tema

Kontra Korupsi dalam Sejarah Peradaban Islam

C.   Landasan Undang-Undang dan Peraturan Yuridis

  •  Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  •  Keputusan Menteri Agama RI. No. 805 Tahun 1997 tentang Pembentukan Program Magister Ilmu Agama Islam pada Program Pascasarjana UII;
  • Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No.E/131/1997 tentang izin Operasional Penyelenggaraan Program Magister Ilmu Agama Islam UII;
  • Surat keputusan Pengurus Harian Badan Wakaf UII No. 08 A Tahun 1997 tentang Pembentukan Program Magister Ilmu Agama Islam pada Program Pascasarjana UII;
  • Kepmendiknas  Nomor 004/U/2002 tentang Akreditasi Program Studi pada Perguruan Tinggi;
  • Kepmendikbud Nomor 187/U/1998 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
  • Sertifikat Akreditasi Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 00276/Ak-1-25/UIISIS/ IX/2000 Tahun 2000;
  • Statuta Universitas Islam Indonesia
  • Pedoman Penyelenggaraan MSI UII.

D.   Signifikansi Kegiatan

      Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:462), korupsi merupakan suatu penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Dalam Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi disebutkan bahwa korupsi adalah usaha memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi dengan cara melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

        Genderang gerakan antikorupsi telah lama ditabuh, perlawaan terhadap korupsi telah lama digiatkan, Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi ujung tombaknya, namun korupsi di Indonesia tidak kunjung mereda secara signifikan. Pada 15 Juni 2011, Menteri Dalam Negeri mengungkap bahwa lima bulan pertama di tahun 2011, indeks persepsi korupsi Indonesia mencapai 2,8, dari 5.00 yang ditargetkan. IPK Indonesia mengukur tingkat korupsi di 50 kota di seluruh Indonesia, meliputi 33 ibu kota provinsi ditambah 17 kota lain yang signifikan secara ekonomi. Rentang indeks antara 0 sampai dengan 10, nilai 0 berarti dipersepsikan sangat korup dan nilai 10 sangat bersih (dikutip dari www.metrotvnews.com tanggal 15 Juni 2011)

Dari berbagai ayat Al-Quran dan Al-Hadis sangat jelas dan tidak disangsikan lagi bahwa Islam mengutuk segala bentuk kolusi, penyuapan, dan sogok-menyogok. Korupsi berarti mengambil sesuatu yang bukan haknya dan menyembunyikannya. Korupsi sama dengan mencuri. Dan hukumannyapun sama dengan mencuri. Allah berfirman,”Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah tangannya”. (QS.Al-Maidah: 38). Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa (1)  Rasulullah saw bersabda, “Dari ‘Adiy bin ‘amirah ra., ia berkata: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “siapa saja yang kami serahi tugas, lalu ia menyembunyikannya walau sekecil jarum atau lebih kecil dengan maksud untuk mengambilnya, kelak di hari kiamat ia datang dengan membawa apa yang disembunyikannya. Berdirilah seorang kulit hitam dari bangsa Anshar, yang seakan-akan saya pernah melihatnya, ia kemudian berkata: “wahai Rasulullah, terimalah kembali tugas yang telah engkau serahkan kepada saya.” Beliau bertanya: “Mengapa demikian?” Ia menjawab: “karena saya mendengar engkau bersabda begini dan begitu.” Beliau bersabda: “sekarang saya tegaskan siapa saja yang telah saya serahi tugas, maka ia harus melaksanakannya, baik mendapatkan hasilnya sedikit maupun banyak. Dan apa saja yang telah diberikan kepada dirinya, maka ia boleh mengambilnya dan apa yang dilarang untuk dirinya, maka janganlah ia mengambilnya. (HR. Muslim). Dalam hadis lain (2) Rasulullah SAW bersabda Rasulullah SAW melaknat penyuap, yang menerima suap dan perantaranya (HR Ahmad).

Dalam lintasan sejarah setelah Zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rosyidin, masa keemasan Islam ditandai dengan kemakmuran rakyat dan pemberlakukan hukum yang dipimpin oleh pemimpin yang adil, seperti masa Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah dan Harun Ar-Rosyid dari kekhalifahan Bani Abbasiyah, dan Sulaiman Al-Qanuni dari Kekhalifahan Usmani.

Terekam dalam suatu riwayat, bahwa suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Azis mendapat hidangan sepotong roti yang masih hangat, harum dan membangkitkan selera dari istrinya.” Dari mana roti ini ?”tanyanya.” buatan saya sendiri,” jawab istrinya.” Berapa kau habiskan uang untuk membeli terigu dan bumbu-bumbunya?” hanya tiga setengah dirham saja,” jawab istrinya.” Aku perlu tahu asal usul benda yang akan masuk kedalam perutku, agar aku dapat mempertanggung jawabkannya di hadirat Allah SWT. Nah, uang tiga setengah dirham itu dari mana ?” setiap hari saya menyisihkan setengah dirham dari uang belanja yang anda berikan, wahai Amirul Mukminin, sehingga dalam seminggu terkumpul tiga setengah dirham. Cukup untuk membeli bahan-bahan roti yang halalan thayyiban,” kata isteri Khalifah menjelaskan.” Baiklah kalau begitu. Saya percaya, asal usul roti ini halal dan bersih. Namun, saya berpendapat lain. Ternyata biaya kebutuhan hidup kita sehari-hari perlu di kurangi setengah dirham, agar kita tidak mendapat kelebihan yang membuat kita mampu memakan roti atas tanggungan umat,” tegas Khalifah. Dan sejak hari itu, umar membuat instruksi kepada bendaharawan Baitul Maal untuk mengurangi jatah harian keluarga Umar sebesar setengah dirham.” Saya juga akan berusaha menganti harga roti itu, agar hati dan perut saya tenang dari gangguan perasaan, karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi,” sambung Khalifah.

Disebutkan lagi, suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Abdil Azis, di kunjungi bibinya. Maksudnya meminta tambahan tunjangan dari Baitul Maal. Ketika itu, Amirul Mukminin sedang makan kacang bercampur bawang dan adas, makanan rakyat awam. Umar menghentikan makannya, lalu mengambil sekeping uang logam satu dirham dan membakarnya, di bungkusnya uang itu dengan sepotong kain dan di berikannya kepada bibinya seraya berkata, ”Inilah tambahan tunjangan uang yang bibi minta.” Bibi menjerit kepanasan ketika menyentuh bungkusan berisi uang logam panas itu. Umar berkata,” Kalau api dunia terasa sangat panas bagaimana kelak api neraka yang akan menbakar aku dan Bibi karena menghianati amanah dan menyelewengkan harta kaum muslimin?” Masya Allah, itulah berkah memegang amanah Allah. Betapa rezeki yang halal dengan izin Allah, bisa membentuk pribadi-pribadi keturunan yang menawan.

E.    Tujuan Kegiatan

  1. Memberikan landasan akademik bagi perkuliahan yang akan dilaksanakan.
  2. Menumbuhkan sense of crisis mahasiswa sebagai generasi ilmuwan masa depan untuk melawan korupsi.

F.    Metode Kegiatan

Presentasi dan Diskusi

G.   Narasumber

Prof. Dr. H. Machasin, MA.

(Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI)

H.   Peserta

Mahasiswa Baru PPs FIAI MSI UII

I.    Waktu & Tempat Pelaksanaan

Hari dan Tanggal  : Sabtu, 17 September 2011

Pukul                 : 13.00-15.00 WIB

Tempat              : Ruang Seminar MSI UII

                   Jl. Demangan Baru No. Yogyakarta  Telp. 0274-523637

J.    Sekretariat

MSI UII, Jl. Demangan Baru No. 24 Yogyakarta

Telp dan Fax       : 0274-523637

e-mail                : msi@uii.ac.idmsi@uii.ac.id

 K. MANUAL ACARA

MANUAL ACARA

STUDIUM GENERALE MAGISTER STUDI ISLAM

PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

(PPs MSI FIAI UII)

 

Sabtu, 17 September 2011

WAKTU A C A R A NARASUMBER
13.00-13.15 Pembukaan Rektor UII
13.15-15.00 Kontra Korupsi dalam Lintasan Sejarah Islam Prof. Dr. H. Machasin, MA.
15.00.15.15 Orientasi Akademik Sekretaris Program