Kemahasiswaan & Alumni

Pelayanan

  • Akademik
  • Kemahasiswaan & Alumni

Jadwal Kegiatan Akademik

  1. PPs MSI FIAI UII menyusun kalender akademik dengan mengacu pada kalender akademik.
  2. Kegiatan akademik dibagi menjadi dua tahap, yakni semester gasal dan semester genap.Kegiatan tahun akademik dimulai bulan september dan diakhiri bulan Agustus, dengan rincian sebagai berikut:
  • Kegiatan semester gasal dimulai bulan September dan diakhiri bulan februari.
  • Kegiatan semester genap dimulai bulan Maret dan berakhir bulan Agustus.

Jadwal Kuliah

  1. Jadwal Kuliah dilaksanakan Senin-Ahad dengan dibuat oleh MSI FIAI UII.
  2. Penyusunan jadwal kuliah disesuaikan dengan waktu dan tempat yang tersedia serta kesempatan dosen pengampu.
  3. Jadwal kuliah diumumkan saat kuliah perdana.

Kuliah dan Presensi

  1. Kuliah-kuliah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan Pengelola MSI FIAI UII, kecuali kuliah umum (stadium generale) yang diatur tersendiri.
  2. Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan perkuliahan mahasiswa diwajibkan:
    • Mengikuti kegiatan kuliah sekurang-kurangnya 75% dari kuliah yang dilaksanakan.
    • Tercantum namanya sebagai mahasiswa kuliah dari matakuliah yang telah diprogramkan.
    • Menandatangani presensi yang telah disediakan atau menurut ketentuan dosen yang bersangkutan.
    • Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen yang bersangkutan.
  3. Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan kuliah ketentuan bagi dosen adalah:
  • Memenuhi kualitas Guru Besar, Doktor atau yang ahli dan berpengalaman dalam bidang keilmuanya.
  • Memberikan kuliah pada waktu-waktu yang telah direncanakan pada jadwal kuliah.
  • Memberitahukan kepada bagian pengajaran jika berhalangan hadir sebelum waktu kuliah untuk diberitahukan kepada mahasiswa
  • Menyampaikan kepada mahasiswa rencana umum materi dan sistem kuliah serta referensinya (kontrak belajar) pada awal kuliah suatu semester.
  • Menandatangani presensi yang telah disediakan.
  • Memberikan tugas-tugas pada mahasiswa.

Matrikulasi

  1. Semua mahasiswa harus mengikuti Short course Bahasa Arab dan Bahasa Inggris;
  2. Semua mahasiswa yang belum menempuh matakuliah statistik di S-1 harus mengikuti matrikulasi statistik.
  3. Mahasiswa yang mengambil Konsentrasi Ekonomi Islam mengikuti matrikulasi: 1) Jika yang bersangkutan bukan dari Jurusan Syari’ah maupun Ekonomi, maka yang bersangkutan harus mengikuti kedua matakuliah matrikulasi konsentrasi ekonomi islam; 2) Jika yang bersangkutan berasal dari jurusan Syari’ah maka yang bersangkutan hanya mengikuti matrikulasi Pengantar Ilmu Ekonomi; 3) jika yang bersangkutan berasal dari jurusan ekonomi, maka yang bersangkutan hanya mengikuti matrikulasi Pengantar Fiqh Mu’amalah.
  4. Mahasiswa yang mengambil konsentrasi Pendidikan Islam dan bukan berijazah S-1 tarbiyah harus mengambil matrikulasi Sistem Pendidikan Islam.
  5. Bobot masing-masing matakuliah matrikulasi adalah 0 SKS, nilai dan bobot matakuliah matrikulasi tidak mempengaruhi IPK mahasiswa.

Batas Waktu Studi

  1. Waktu studi pada MSI FIAI UII secara efektif kuliah ditempuh dalam 4 semester.
  2. Pada semester ke-4 dipergunakan untuk menempuh matakuliah tertentu dan dipergunakan untuk penyusunan tesis.
  3. Batas akhir penyelesaian seluruh beban kredit semester adalah 4 semester dengan toleransi selama dua tahun masa semester tunggu.

Metode Perkuliahan dan Sistem Evaluasi

  1. Metode perkuliahan

PPs MSI FIAI UII menempuh proses belajar dengan mengkombinasikan beberapa metode meliputi:

  • Stadium Generale
  • Kuliah klasikal dan diskusi
  • Penulisan Makalah/Paper/Kajian Buku/ Kajian Artikel
  • Studi Kasus Aktual
  • Penulisan Tesis
  1. Tempat Perkuliahan

Perkuliahan dilaksanakan di Kampus PPs MSI FIAI UII Jl. Demangan Baru No. 24 Lantai II Yogyakarta

  1. Sistem Evaluasi
  • Ujian

Semua bentuk ujian dilaksanakan di kampus PPs MSI FIAI UII Yogyakarta, ujian dilaksanakan pada akhir semester Ganjil dan Genap setelah dilaksanakan kuliah tatap muka sebanyak 12 kali. Mahasiswa yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti ujian dianggap kehilangan haknya atas ujian tersebut dan tidak ada ujian susulan. Bagi mahasiswa yang kehilangan haknya atas ujian tersebut diwajibkan menempuh matakuliah dimaksud pada semester yang ditawarkan dan dikenakan biaya administrasi.

Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus, maka wajib mengulang di semester dimana matakuliah yang bersangkutan ditawarkan. Aturan selengkapnya mengenai perbaikan matakuliah ini akan diatur tersendiri dalam bentuk peraturan Ketua Program.

Nilai ujian dinyatakan dalam bentuk huruf dengan bobot sebagai berikut:

NILAI ANGKA NILAI HURUF BOBOT
100 A 3,76 – 4,00
95 A- 3,51 – 3,75
90 A/B 3,26 – 3,50
85 B+ 3,01 – 3,25
84 B 2,76 – 3,00
80 B- 2,51 – 2,75
75 B/C 2,26 – 2,50
74 C 1,76 – 2,00
70 C- 1,51 – 1,75
65 C/D 1,26 – 1,50
64 D+ 1,01 – 1,25
60 D 1,00
50 E -0-

 

  • Penugasan/Latihan

Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan tugas-tugas berupa penulisan paper/ makalah, penyelesaian kasus, praktik dan teori, diskusi dan lain-lain diberikan oleh dosen pengampu. Hal tersebut merupakan salah satu unsur dalam penilaian.

  • Ujian Tesis

Setiap mahasiswa PPs MSI FIAI UII diwajibkan menulis tesis yang mengkaji salah satu bidang ilmu-ilmu keislaman sesuai dengan konsentrasi yang dipilihnya, baik Ekonomi Islam, Pendidikan Islam, Hukum Bisnis Syari’ah, Hukum Islam maupin Supervisi Pendidikan Islam, di bawah bimbingan satu atau dua prang pembimbing. Setiap mahasiswa PPs MSI FIAI UII sudah boleh mempersiapkan dan mengajukan judul tesis memasuki semester II. Ujian tesis dan bimbingan tesis dimaksudkan untuk menilai kemampuan akademik mahasiswa mengenai tesis yang ditulis dan berlangsung paling lama 90 menit. Ujian tesis dilaksanakan di Kampus PPs MSI FIAI UII Jl. Demangan Baru No. 24, Lantai II, Yogyakarta.

Kriteria kelulusan tesis sebagai berikut: Penilaian Tesis dilakukan oleh Panitia ujian tesis meliputi: 1) Penilaian dari aspek penguasaan dan kedalaman materi bahasan dalam tesis; dan 2) Penilaian dari segi metodologi yang dipergunakan penulis tesis dalam melakukan penelitian dan membahas hasil penelitian dengan menggunakan penalaran secara kritis dan logis sesuai dengan kriteria ilmu pengetahuan pada umumnya.

Nilai akhir tesis adalah penjumlahan dari nilai penguji I, Penguji II, pembimbing dan Ketua Sidang yang dibagi empat:

IP Tesis = (ΣP1+P2+Pb+KS)/4

P1= Penguji I

P2= Penguji II

Pb= Pembimbing

KS= Ketua Sidang

Contoh:

Apabila;

P1 memberi nilai total 79,5

P2 memberi nilai total 87,0

Pb memberi nilai total 90,0

KS member nilai total 83,5

Maka,

IP Tesis = (Σ79,5+87,0+90+83,5)/4

IP Tesis=  340/4

IP Tesis = 85

Jadi indeks prestasi tesis yang dicapai adalah  85. Indeks prestasi yang diperoleh ini selanjutnya dialihkan menjadi huruf A,B,C, dengan pedoman SKS. Prestasi nilai A dan B dinyatakan lulus, sedangkan Prestasi C dinyatakan tidak lulus.

  • Kelulusan

Perhitungan indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dihitung berdasarkan jumlah nilai bobot gabungan matakuliah selama menempuh Magister Studi Islam dibagi jumlah kredit matakuliah yang ditempuh ditambah nilai tesis selanjutnya dibagi jumlah kredit matakuliah dan tesis, atau dengan rumus sebagai berikut:

IPK = (M + T) /Y

IPK= Indeks Prestasi Kumulatif

M = Jumlah Nilai Bobot Gabungan Matakuliah

T = Jumlah Nilai Bobot Tesis

Y = Jumlah Kredit Matakuliah dan Tesis

Contoh:

Apabila;

M= 147

T= 24

Y= 45

Maka,

IPK = (147 + 24) /45

IPK = 171/45

IPK =  3,8

Dalam contoh tersebut, IPK yang diperoleh mahasiswa adalah 3,8. Selanjutnya, kelulusan yang dicerminkan dengan predikat sebagai berikut:

IPK PREDIKAT
3,76 – 4,00 Lulus Dengan Pujian
3,51 – 3,75 Lulus Sangat memuaskan
2,75 – 3,50 Lulus Memuaskan

 

TOEFL dan TOAFL

Mahasiswa Magister Studi Islam disyaratkan memiliki tingkat TOEFL minimal 400/sederajat dan nilai TOAFL setara dengan skor TOEFL 500 sebagai syarat ujian Tesis.

Cuti Akademik

  1. Cuti Akademik ialah tidak mengikuti kegiatan akademik baik intra maupunekstra kurikuler karena alas an tertentu dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan izin yang diberikan Ketua Program.
  2. Tidak aktif mengikuti kegiatan akademik tanpa seizing Ketua program, tidak diartikan sebagai cuti akademik.
  3. Izin cuti akademik diberian selama satu semester dan maksimal dua semester berturut-turut maupun tidak berturut-turut.
  4. Selama cuti akademik, mahasiswa dibebaskan membayar SPP.
  5. Selama cuti akademik, mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan kegiatan akademik dan kegiatan lain yang berkaitan dengan MSI FIAI UII.
  6. Setelah habis cuti akademik sebagaimana yang ditetapkan, apabila mahasiswaa yang bersangkutan tidak melakukan herregistrasi, maka saat itu hak mereka sebagai mahasiswa dinyatakan gugur.
  7. Mahasiswa yang dinyatakan gugur tersebut berhak mendapatkan nilai atau Kartu Hasil Studi dari matakuliah yang telah diselesaikannya.
  8. Prosedur cuti akademik sebagai berikut:
  • Mahasiswa yang bersangkutan mengaju-kan surat permohonan kepada Ketua Program agar di izinkan cuti akademik.
  • Mahasiswa yang bersangkutan telah mengikuti dan menyelesaikan kuliah dua semester.
  • Permohonan cuti akademik diajukan pada awal semester yaitu pada periode pendaftaran ulang mahasiswa. Permohonan cuti yang diajukan setelah selesai masa pendaftaran ulang mahasiswa tidak dapat disetujui. Cuti akademik dapat diberikan dengan alasan:
  1. Kesehatan, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  2. Kesulitan ekonomi yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari orang tua atau wali mahasiswa yang diketahui kepala Desa/Lurah dan Camat, atau sponsor mahasiswa yang bersangkutan
  3. Alasan lain yang relevan yang dibuktikan dengan surat keterangan atau surat rekomendasi dari pejabat yang berwenang.
  • Jika permohonan yang disertai alas an itu disetujui oleh Ketua Program, maka Ketua Program menerbitkan Surat Keterangan Izin Cuti Akademik.

Gugur dan Gagal Studi

  1. Mahasiswa yang melanggar ketentuan administrasi akademik dapat dikenai sanksi sebagai berikut:
  • Mahasiswa yang tidak melakukan heregistrasi pada waktu yang telah ditentukan dinyatakan gugur haknya menjadi mahasiswa.
  • Mahasiswa yang telah habis masa cuti akademik dan tidak melakukan herregistrasi dinyatakan gugur haknya menjadi mahasiswa.
  • Mahasiswa yang telah menghabiskan masa studi program Magister selama delapan semester (dua tahun masa studi dan dua tahun masa semester tunggu) tetapi belum dapat menyelesaikan studi dinyatakan putus studi (drop out= DO).
  1. Untuk menghindari kemungkinan mahasiswa mengalami putus studi (DO), Ketua Program agar memberikan surat peringatan sedini mungkin. Satu tahun menjelang berakhirnya semester tunggu, mahasiswa akan diminta untuk menandatangani pernyataan kesediaan menyelesaikan studi dan menyatakan mengundurkan diri bila batas waktu studi telah berakhir.
  2. Mahasiswa yang gugur studi maupun yang putus studi berhak memperoleh transkrip nilai atau KHS matakuliah yang diselesaikannya.