KAJIAN ISLAM NUSANTARA

0
109

YOGYAKARTA, Program Pascasarjana MSI Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menggelar Seminar Nasional dengan tema Kajian Islam Indonesia menuju Islam Nusantara yang berkemajuan dan Berperadaban, Jum’at (29/7/2016), bertempat di Ruang Seminar PPs FIAI UII, Demangan Baru No 24 Yogyakarta. Sebagai pembicara kunci adalah Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. H. Abd. Rahman Mas’ud, Ph.D.

“Permasalahan kerukunan hidup antara umat beragama di Indonesia, seperti halnya pada umat-umat beragama di negeri lainnya, sering terganggu oleh riak-riak konflik sosial” ungkap Abd. Rahman Mas’ud. Untuk itu perlu dikembangkan kajian Islam yang sangat memperhatikan kondisi kebangsaan Indonesia dengan menekankan sisi yang dapat menjadikan umat Islam maju dan mampu membangun peradaban yang luhur. Islam dan Kebangsaan memiliki kaitan historis dan kultural, tidak ada masalah antara kebangsaan dan Islam, ajaran Islam mengakui adanya negara kebangsaan. Islam yang berkarakter rahmatan lil’alamin, damai dan toleran harus lebih dikedepankan dalam berbagai kajian keislaman dan berbagai gerakan keagamaan. Sudah saatnya umat Islam untuk fokus untuk menjadi khairu ummah agar menjadi umat yang maju dan berkontribusi besar dalam membangun peradaban Islam Indonesia dan dunia.

Globalisasi mengandaikan hilangnya batas-batas negara (borderless), dan menyatunya masyarakat dunia (get connected). Migrasi dan pergeseran penduduk dunia secara bersamaan diikuti tranfer budaya dan agamanya, yang beragam dan tidak selalu bersesuaian. Seiring dengan itu, berkembang paham dan aliran keagamaan, muncul gerakan-gerakan keagamaan baru (New Religious Movement) di dunia, termasuk di Indonesia. Terutama pasca reformasi (sebagai euforia kebebasan), dinamika kehidupan keagamaan di Indonesia terus diwarnai bermunculannya gerakan keagamaan dan pemikiran keagamaan. Pada masa lalu ada DI/TII-NII, lalu Islam Jamaah, Darul Arqom, NII KW-IX, NII Fillah dan lain-lain. Di era reformasi ada: Islam Murni, Salamullah (Lia Eden), Al-Haq, Komunitas Millah Abraham (KOMAR), Surga Eden, Hidup di Balik Hidup, Salafi Jihadis, Gerakan Transnasional, dan lain sebagainya.