Jogja Academics Underground, Membongkar Budaya Makelar Sarjana

0
15

Boleh dikata, bisinis sudah mengepung di semua kampus. Soal tarif bermacam-macam sesuai kesepakatan dengan kisaran Rp. 1-5 juta. Tergantung darimana dimulainya: apakah mulai dari pengajuan judul, penelitian, pengolahan data hingga penulisan. Klien mereka juga tidak hanya S1 tapi jenjang S2 dan S3 juga ada. Kebanyakan yang memanfaatkan adalah mahasiswa kelas reguler, ekstensi, dan kelas jarak jauh yang sebagian besar adalah mahasiswa yang telah bekerja dan menjabat di sebuah instansi. Mereka ada yang hanya melayani untuk mahasiswa jogja saja tapi ada dari luar kota. Hampir semua perguruan tinggi di Jogja baik negri maupun swasta memanfaatkan Biro Bimbingan Skripsi. (http://detiknews.com, 21/7/2011)

Di antara beberapa hal yang membuat mahasiswa menempuh cara gampang itu adalah menurunnya nilai kejujuran, mahasiswa terjebak pada hasil instan, merosotnya daya juang, dan kemajuan teknologi informasi yang membuat semua hal mudah diakses. (Koran Tempo, 22/7/2011)

Perlu penguatan budaya akademis, tradisi penulisan, dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Hal ini menjadi penangkal maraknya Biro Bimbingan Skripsi yang berkembang di masyarakat. (Harian Jogja, 21/7/2011)

Skripsi seharusnya menjadi wilayah sakral dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi (PT). Sebab, melalui pembuatan karya skripsi, hasil akhir seorang mahasiswa yang telah bergelut dengan bangku perkuliahan selama bertahun-tahun akan tampak. Tetapi, Biro Bimbingan Skripsi telah merobohkan logika itu. (Jawa Pos, 21/7/2011)