Idealita Dan Realita Syariah Compliance

0
64

YOGYAKARTA, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia kembali menggelar Seminar Nasional bertajuk Isu Syariah Compliance Dalam Praktik Ekonomi dan Keuangan Islam di Indonesia: Idealita Dan Realita, Sabtu (06/8/2016), di Ruang Seminar PPs FIAI UII. Pada seminar ini hadir sebagai pembicara adalah Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Prof. Dr. M. Amin Suma, MA., MM.

Amin Suma mengungkapkan bahwa dalam konteks istilahiah, syariah bisa dan biasa diartikan dengan serangkaian tata aturan/hukum yang mengatur mekanisme (hubungan) antara manusia dengan Allah (hablun min Allah), antara manusia dengan sesamanya (hablun min al-naas) dan antara manusia dengan lingkungan alam semesta (hablun min  al-’aalamiin).

Terhitung sejak tahun 1991/1992 yang dijadikan sebagai tanda kebangunan/ kebangkitan kembali ekonomi Islam/Syariah, sampai sekarang dirasakan masih belum tercapai idealisme ekonomi dan keuangan ala model syariah yang sesungguhnya.  Di antara usaha yang harus dilakukan ialah dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas sumber daya insani syariah dan kesyariahan di satu sisi, dan kesamaan tekad  serta kebersamaan arah dan ghirah semangat bersyariah dalam memajukan ekonomi dan keuangan bangsa dan negara Indonesia. Ini tidak hanya tugas DSN MUI, tetapi juga tugas DPS (Dewan Pengawas Syariah) LKS, pelaku usaha di bidang Syariah, dan bahkan masyarakat luas.

Dalam paparannya, beliau menambahkan, “Secara umum dan keseluruhan, secara juridis formal dan faktual, eksistensi serta posisi ekonomi dan keuangan syariah sudah mendapatkan tempat yang memadai di negara hukum Indonesia. Demikian pula di hati masyarakat Indonesia. Bahkan implementasi ekonomi dan keuangan syariah sudah mencapai “angka lulus” dalam menjalani perjalanannya; meskipun dalam kadar tertentu, sama halnya dengan ekonomi dan keuangan konvensional malahan juga ekonomi nasional dan bahkan internasional, ekonomi dan keuangan syariah  masih harus diperbaiki dan lebih disyar’ikan lagi ke depannya”. Persoalan syariah compliance dalam konteks praktik LKS (Lembaga Keuangan Syariah) itu ibarat orang dalam berislam, tentu dalam perjalanan keislamannya, selalu berproses menuju Islam kaffah (berislam secara keseluruhan).