Pribumusasi Hukum Islam, Pembacaan Kontemporer Hukum Islam di Indonesia

0
21

Buku ini mengupas hukum Islam dari dua perspektif. Pertama, teoritis-epistemologis-metodologis, Misalnya, liberalisme religius dan teoritisasi usul fiqh, perangkat teoritik nalar maqasid, nalar teoritis rekonstruksi teori usul fiqh, teoritisasi al-maqasid, legal maxim, nalar qiyas usuli, dan ijtihad responsif. Kedua, dinamika hukum Islam di Indonesia dan isu-isu hukum Islam kontemporer di Indonesia seperti menuju fiqh budaya Indonesia, pengembangan kajian fiqh hijau, meletakan fiqh sebagai etika bersama, aplikasi Islam di Indonesia, urgensi dan fungsi fiqh anggaran, hukum Islam dan hukum perpajakan, wakaf dan upaya pemberdayaan potensinya, dinamika hukum wasiat, poligami dan aplikasi hukum Islam, dan menuju fiqh kesetaraan gender.

Terbitnya buku ini tidak bermaksud untuk menyusun suatu kerangka pemikiran teoritis-epistemologis-metodologis hukum IslamĀ  yang komprehensif dan menyelesaikan semua persoalan hukum Islam di Indonesia, tetapi terkandung keinginan menyampaikan bahwa kritik nalar dapat menjadi salah satu model alternatif studi hukum Islam untuk membangun jembatan dari tradisi klasik menuju dunia kontemporer. Pola semacam ini mengharuskan hukum Islam di samping didekati dengan pandangan normatif sekaligus dipahami sebagai fenomena historis, sosiologis dan antropologis, yaitu hukum Islam yang sudah dipraktikan umatnya dalam sejarah dan nyata-nyata dibutuhkan serta dipraktikan masyarakat Indonesia. Paradigma ini bertitik-tolak dari bahwa wahyu yang mengandung ajaran normatif tidak muncul dalam ruang yang hampa, tetapi dalam suasana sejarah dan dalam dinamika kehidupan masyarakat di mana ajaran normatif dipahami dan diterapkan sebagai living law.

Sarjana hukum Islam di Indonesia perlu memfokuskan dan mengembangkan kajian atas teori keluwesan hukum Islam berhadapan dengan perubahan dan dinamika kehidupan sosial masyarakat, dengan menerapkan dan menggabungkan model kajian hukum Islam normatif dan sosiologis. Upaya para penulis buku ini untuk memunculkan perspektif baru kontekstualitas hukum Islam patut diapresiasi, sehingga layak menjadi referensi mainstream di tengah kelangkaan buku serupa.