Meretas Islam Indonesia

Secara hostoris, rekam jejak penyebaran Islam di Indonesia telah memperlihatkan watak relasi yang akomodatif dan mutual-simbiosis antara “budaya lokal” dan “ajaran Islam”. Dengan demikian antara “Islam” dan “Indonesia” mempunyai karakter yang sama, yaitu “terbuka”. Secara historis, Islam sebagai agama monotheisme, bukanlah agama baru, bahkan Islam seringkali disebut sebagai milah Ibrahim. Firman Allah: Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Benarkah (segala yang difirmankan) Allah. “Maka ikutilah millah (agama) Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang yang musyrik. Oleh karena itu, Islam, sesuai dengan namanya, merupakan penerusan sikap penyerahan diri kepada Allah secara penuh. Dalam struktur ajaran islam,elemen-elemen dari nilai tradisi penyerahan kepada Allah itu diserap begitu rupa dan diakui bagian yang esensial dari Islam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *